<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-34929280</id><updated>2012-01-09T07:16:57.440+07:00</updated><title type='text'>Writing Quadrant Institute</title><subtitle type='html'>Reading-Writing Microsociety</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://writingqi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34929280/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://writingqi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Gede H. Cahyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-lGUe9RpRz8/SZLC7UVQceI/AAAAAAAAAGg/O-C8Upl6X4M/S220/Once+upon+a+time+in+Bedugul.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34929280.post-115907159186785654</id><published>2006-09-24T11:14:00.000+07:00</published><updated>2006-09-24T11:19:51.866+07:00</updated><title type='text'>Writing Quadrant Institute</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Writing Quadrant Institute&lt;/span&gt; (WQI), sebuah lembaga pelatihan menulis, menjalankan misi pemberantasan buta-tulis. Jika buta-huruf telah lenyap dan mampu membaca, tahap berikutnya ialah giat membaca. Membaca apa saja: buku, majalah, koran, cerpen, novel, dll. Hanya saja, belum banyak yang senang membaca dengan berbagai-bagai alasan. Masyarakat-baca belum luas terbentuk padahal mayoritas sudah lulus SMA, apalagi masyarakat-tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan kira-kira 234 juta orang penduduk Indonesia, masih sedikit yang mampu menulis. Budaya baca, apalagi budaya tulis ternyata tak semenarik budaya lisan atau tutur. Lisan atau komunikasi verbal memang mudah dilakoni namun mudah pula lenyap dihempas angin. Membaca memang lebih berat tetapi pelakunya menjadi sarat ilmu. Menulis apalagi, dianggap jauh lebih berat. Kelebihannya, penulis akan "abadi" karena namanya tercatat dalam sejarah budaya manusia, minimal tercatat dalam buku dan artikel yang ditulisnya, "kekal" disimpan di rumah, perpustakaan, dan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermaksud membantu perluasan budaya baca-tulis itu, minimal dalam lingkup kecil (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;microsociety&lt;/span&gt;), WQI memberikan peluang kepada siapa saja untuk belajar menulis artikel, buku, laporan, buletin, rilis dakwah, teks iklan, dan sejenisnya. WQI memfasilitasi siapa saja untuk belajar menulis dengan metode diskusi di dunia nyata berupa temu muka pelatihan dan juga di dunia maya (internet) lewat pos-el. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, siapapun bisa menjadi penulis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah sering menulis, di mana posisi Anda dalam bidang kepenulisan? Silakan klik &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;a href="http://writingqi.blogspot.com/2006/09/dari-kiyosaki-ke-writing-quadrant.html"&gt;Dari Kiyosaki ke Writing Quadrant&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34929280-115907159186785654?l=writingqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34929280/posts/default/115907159186785654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34929280/posts/default/115907159186785654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://writingqi.blogspot.com/2006/09/writing-quadrant-institute.html' title='Writing Quadrant Institute'/><author><name>Gede H. Cahyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-lGUe9RpRz8/SZLC7UVQceI/AAAAAAAAAGg/O-C8Upl6X4M/S220/Once+upon+a+time+in+Bedugul.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34929280.post-115907121035681544</id><published>2006-09-24T11:07:00.000+07:00</published><updated>2006-09-24T11:13:30.363+07:00</updated><title type='text'>Dari Kiyosaki ke Writing Quadrant</title><content type='html'>Kiyosaki. Robert T. Kiyosaki. Pria keturunan Jepang-Amerika kelahiran Hawaii ini telah mendobrak dunia bisnis dengan buku-bukunya. Dia diperhitungkan sebagai salah satu motivator pebisnis, terutama yang omzet usahanya di taraf menengah atas. Para manajer dan kalangan perguruan tinggi yang berkaitan dengan bisnis dan pemasaran pun tahu persis penulis ini. Begitu pun pesuka, pesenang dan peminat buku pasti tahu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cashflow Quadrant&lt;/span&gt;-nya, sebuah buku laris tentang "intimidasi" bisnis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat empat kwadran "intimidatifnya", &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cashflow Quadrant&lt;/span&gt; (CQ) telah memanas-manasi orang untuk berbisnis dan jangan (hanya) menjadi pegawai negeri (sipil, polisi, tentara), BUMN, BUMD atau swasta. Disuruhnya kita berbisnis, minimal dalam ujud &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Self-employed&lt;/span&gt; (SE) jika belum mampu menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Business Owner&lt;/span&gt; (BO). Lambat laun SE ini mungkin saja berubah menjadi BO dan akhirnya menjadi Investor, pilar tertinggi dalam hirarki piramid bisnisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan berikut ini takkan mengupas soal bisnis an sich seperti halnya Kiyosaki, tetapi tentang menulis. Untuk memaparkannya, nama-nama kwadran dalam CQ tersebut saya pinjam (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;tanpa minta izin kepada Pak Kiyosaki, tetapi mudah-mudahan diizinkan; maaf Pak Kiyosaki&lt;/span&gt;) lantas digunakan dalam dunia kepenulisan. Seperti halnya Kiyosaki yang yakin setiap orang pasti berada pada minimal satu kwadran arus kasnya, saya pun yakin setiap orang yang berkecimpung dalam dunia tulis minimal bermukim di satu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Writing Quadrant&lt;/span&gt; (WQ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kwadran dalam WQ atau Kwadran Kepenulisan berpeluang mencetak penulis sukses, baik dilihat dari sudut produktivitas, nilai-manfaat maupun finansialnya. Tolokukur produktivitasnya bisa mengacu pada jumlah tulisan yang dihasilkannya. Adapun nilai-manfaatnya berhulu pada nilai guna tulisannya secara moral, berpotensi mengubah perilaku orang menjadi lebih baik, atau minimal menyadarkan orang akan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran. Manfaat lainnya tentu saja dari sisi finansial berupa royalti dan/atau laba bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk ke WQ di bawah ini, ada satu catatan yang perlu diutarakan. Dalam tulisan ini tidak dibedakan istilah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;author&lt;/span&gt; (pengarang) dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;writer&lt;/span&gt; (penulis). Keduanya diasumsikan melebur dalam satu kata, yaitu penulis. Dua-duanya sama-sama memiliki ide dan sama-sama mampu menulis, baik fiksi maupun fakta. Keduanya pun menuangkan gagasan dalam ujud kata yang tertata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, lalu menjadi tulisan utuh, baik berupa tulisan tangan, mesin tik atau komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Writing Quadrant&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Empat komponen WQ tersebut dibahas di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Employee Writer&lt;/span&gt; (Penulis Pegawai). Populasi kwadran ini sangat banyak. Kebanyakan orang yang terlibat dalam tulis-menulis berada di kwadran ini. Penghuninya mulai dari sekretaris, pegawai administratif di kantor-kantor pemerintah dan swasta. Mereka bertugas menulis surat, mengonsep proposal, atau sekadar menuliskan agenda dan notulen rapat. Mereka bekerja sesuai perintah atasannya sehingga tak terlalu banyak kreativitas yang dibutuhkan. Malah sering hanya mengedit dan sesekali mengubah atau menuangkan ide sendiri dalam tulisannya. Orang-orang di kwadran ini digaji atas semua yang ditulisnya dan yang pegawai kantor biasanya dibayar per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para editor dan penterjemah di perusahaan penerbitan termasuk kategori ini. Mereka lihai menulis dan mengedit, bahkan pakar di bidangnya, tetapi wajib mengikuti suruhan atasan atau timnya. Minimal mereka tak bisa bebas sebebas kata hatinya dalam menuliskan idenya. Tak banyak kreativitas yang berkembang di sini. Wartawan koran, majalah dan tabloid juga bisa dimasukkan ke dalam kelompok Penulis Pegawai ini, tetapi mereka relatif lebih kreatif ketimbang yang bekerja sebagai sekretaris, administrasi atau editor saja. Semua "jenis" penulis dalam kwadran ini dibayar lantaran menulis sesuatu, baik honor per order tulisan maupun gaji per bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Self-employed Writer&lt;/span&gt; (Penulis Lepas). Penulis artikel di media massa masuk ke dalam grup ini. Mereka mendapatkan uang atau honor setelah tulisannya dimuat atau setelah tuntas menulis artikel, naskah pidato dan lain-lain, atau kelar menulis naskah buku bagi seorang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ghostwriter&lt;/span&gt; (penulis tandem). Orang-orang yang membuka jasa tutorial dalam penulisan skripsi, tesis, disertasi dan laporan riset juga anggota kwadran ini, terlepas dari moral-etika yang kuat mengikutinya. Di segmen ini kerapkali terjadi pelanggaran etika sehingga transaksi jual-belilah yang semata-mata terjadi. (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hendaklah penulis jenis ini berhati-hati agar tidak jatuh ke tindakan amoral&lt;/span&gt;). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Honor yang diterimanya paralel dengan jumlah order tulisannya. Makin terkenal sebagai Penulis Lepas makin banyaklah ordernya, bahkan mampu memasang tarif per ordernya. Hanya saja, makin tersita pula waktunya karena tambah sibuk. Makin banyak uang yang didapatnya berarti makin sedikit waktu untuk sekadar berjalan-jalan santai. Semua waktunya dikerahkan untuk menulis demi memenuhi kewajiban ordernya. Orang-orang di kelompok ini kebanyakan bekerja sendiri, semuanya dikerjakan sendiri. Mereka sadar, tanpa menulis sama dengan tidak punya uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Business Owner Writer&lt;/span&gt; (Penulis Pebisnis). Pengisi kwadran ini menjalani semua lini kepenulisan, pencetakan, dan penerbitan. Dia termasuk kalangan penulis yang jiwanya pebisnis. Seratus persen sebagai penulis, 100% juga sebagai pebisnis. Produknya banyak dan variatif seperti artikel, reportase, proposal, buletin, teks iklan, dan buku-buku bermutu sekaligus mampu menerbitkannya. Perlu dicatat di sini, dan yang pasti, dia tidak bekerja sendiri tetapi ada orang lain yang membantunya. Ada orang yang digajinya untuk memperlancar proses penulisan, penerbitan dan penjualan produknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya lagi, dia bisa berjalan-jalan ke mana saja sambil terus menulis. Lewat surat, fax atau pos-el (e-mail) dia menyuruh editor dan tim lainnya mewujudkan tulisannya menjadi buku, reportase, artikel, buletin atau ujud lainnya. Bisnisnya tetap berputar sementara dia bisa melanglang buana, mengerjakan pekerjaan (projek) lainnya. Dia mampu menata tulisannya sekaligus mengelola pegawainya sehingga muncul tulisan, apapun jenis-ujudnya, yang mendatangkan laba buat perusahaan, gaji bagi pegawainya plus royalti untuk dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia kepenulisan menyebutnya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;self-publisher&lt;/span&gt;, yaitu orang-orang yang mampu menulis dengan baik dan mampu pula memutar roda bisnis tulisannya. Hanya saja, inilah faktanya, tak semua bos penerbitan mampu seperti ini. Kebanyakan mereka sebagai pebisnis bermodalkan mesin cetak atau modal uang saja. Ribuan naskah buku orang lain dicetak dan/atau diterbitkannya tetapi boleh jadi tak satu pun buku karyanya yang mengisi toko-toko buku. Burukkah orang ini...? Tidak! Sama sekali tidak buruk. Sebab, mereka betul-betul pebisnis dalam arti harfiah dan sesuai dengan jiwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;entrepreneurship&lt;/span&gt;, kepebisnisan, kewirausahaan dari sudut pandang Kiyosaki. Dialah (calon) orang yang bebas finansial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keempat, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Investor Writer&lt;/span&gt; (Penulis Investor). Inilah tahap akhir dari gradasi kepenulisan jika konsisten meminjam makna &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cashflow Quadrant&lt;/span&gt;-nya Kiyosaki. Kita tak bakal mampu menduduki "singgasana" ini tanpa melewati kwadran Penulis Pebisnis dulu. Setelah berada di kwadran ini, orang sudah bisa bersantai-santai keliling daerah, keliling Indonesia, bahkan keliling dunia tanpa bekerja tetapi bukunyalah yang bekerja untuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan belasan atau puluhan buku yang ditulisnya apalagi kalau laris semua, dia sudah menjadi orang yang bebas finansial. "Uang bekerja untuk Anda!" kata Kiyosaki. Tapi di sini, "Buku bekerja untuk Anda!" Semua bukunya terus memberikan royalti setiap bulan, bahkan mungkin sampai ke anak cucunya atau ahli warisnya. Apalagi kalau dia terus menulis, misalnya menuliskan kisah-kisah unik perjalanan wisatanya, dia bakal dikejar terus oleh uang atas penjualan buku-buku khasnya. Dialah suhu-guru para penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, di kwadran-(kwadran) manakah kita berada?*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34929280-115907121035681544?l=writingqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34929280/posts/default/115907121035681544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34929280/posts/default/115907121035681544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://writingqi.blogspot.com/2006/09/dari-kiyosaki-ke-writing-quadrant.html' title='Dari Kiyosaki ke Writing Quadrant'/><author><name>Gede H. Cahyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-lGUe9RpRz8/SZLC7UVQceI/AAAAAAAAAGg/O-C8Upl6X4M/S220/Once+upon+a+time+in+Bedugul.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34929280.post-115907074039261075</id><published>2006-09-24T11:03:00.000+07:00</published><updated>2006-09-24T11:05:40.396+07:00</updated><title type='text'>Publishing, Editing, Ghostwriting</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Publishing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penerbit buku yang hendak menerbitkan kumpulan artikel (baik yang temanya sejenis maupun campuran) yang ada di blog &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gede on WWW&lt;/span&gt; ini silakan kontak gedehc@yahoo.com. Jika dihendaki, semua artikel tersebut bisa diedit lagi, diperbarui datanya, disesuaikan dengan faktanya sekarang. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Editing&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit buku, majalah, perusahaan swasta, departemen, dinas, badan, lembaga di pemda, PDAM, PLN, Telkom, sekolah, universitas, dll yang perlu jasa editorial berkaitan dengan penulisan buku, artikel, buletin, laporan, proposal, katalog, teks iklan, dll silakan kontak gedehc@yahoo.com. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ghostwriting&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda hendak menulis buku (oto)biografi? Atau buku sejarah perusahaan, sejarah lembaga, sekolah, departemen, kantor, atau sejarah silsilah keluarga besar Anda? Atau buku jenis lainnya? Jika ya dan Anda perlu layanan "editorial plus" alias ditandemi, maka silakan kontak gedehc@yahoo.com. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, penulisan-tandem (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ghostwriting&lt;/span&gt;) ini tidak melayani penulisan skripsi, tesis, dan disertasi karena berkaitan dengan etika-moral. Sebagai karya mandiri, ketiga jenis karya tersebut semestinya ditulis oleh yang bersangkutan. Boleh saja ada tutorial, tetapi sebatas editing dan tata-tulis agar menapaki kaidah bahasa Indonesia yang wajar dan diupayakan sesuai dengan EYD. Perihal pengumpulan data, analisis, kesimpulan, dll tetaplah dikerjakan oleh yang bersangkutan.*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34929280-115907074039261075?l=writingqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34929280/posts/default/115907074039261075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34929280/posts/default/115907074039261075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://writingqi.blogspot.com/2006/09/publishing-editing-ghostwriting.html' title='Publishing, Editing, Ghostwriting'/><author><name>Gede H. Cahyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-lGUe9RpRz8/SZLC7UVQceI/AAAAAAAAAGg/O-C8Upl6X4M/S220/Once+upon+a+time+in+Bedugul.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34929280.post-115907055006549205</id><published>2006-09-24T11:00:00.001+07:00</published><updated>2008-05-13T19:39:04.010+07:00</updated><title type='text'>Perihal Training</title><content type='html'>Siasat training ada dua, yaitu temu muka dan temu maya. Temu muka bisa dilaksanakan di Universitas Kebangsaan Bandung, bisa juga di tempat tinggal atau di kantor Anda. Temu maya dilaksanakan lewat internet (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pos-el, e-mail&lt;/span&gt;) berupa bimbingan menulis dan ulasan tulisan karya peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info selanjutnya silakan kontak gedehc@yahoo.com.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34929280-115907055006549205?l=writingqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34929280/posts/default/115907055006549205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34929280/posts/default/115907055006549205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://writingqi.blogspot.com/2006/09/perihal-training.html' title='Perihal Training'/><author><name>Gede H. Cahyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02729901190106682561</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_-lGUe9RpRz8/SZLC7UVQceI/AAAAAAAAAGg/O-C8Upl6X4M/S220/Once+upon+a+time+in+Bedugul.jpg'/></author></entry></feed>
